|
|
|
|
|
|
Menu
|
Kembalinya Papa Ku KejalanNya
Selayaknya anak lainnya, tentunya sangat berharap agar orang tuanya menjadi orang tua yang baik, bisa diteladi oleh anak-anak nya dalam segala hal, terutama mungkin dalam keimanan. Tapi itu sangat berbeda dengan kondisi papaku,sewaktu aku belum mengerti,yang aku bisa ambil dari papaku mungkin hanyalah kemampuan dia dalam bekerja, dia adalah orang yang ulet gigih dalam mencari uang, walaupun pendidikan terakhirnya dulu ST (Sekolah Tehnik) sekolah kejuruan setingkat mesin SMP dimasa nya. Namun segala yang berhubungan dengan mesin, mesin apapun dia mampu, mulai dari mesin kecil sampai mesin alat berat, membuat alat, memodifikasi mobil, karya terakhirnya dia mampu membuat Toyota Hartop versi mini. Di daerah ku hanya ada satu-satunya mobil seperti itu yaitu karya papaku. terus terang aku salut banget pada dia. Tapi sebagai seorang anak terus terang aku tentu tidak hanya mengharapkan hal yang itu aja, selain itu aku juga sangat butuh yang namanya teladan dalam hal keimanan, emang sih materi kita sangat memerlukan selama kita masih hidup didunia ini, namun yang namanya urusan iman itu sangat penting. Untuk bekal kita kelak menghadap sang kuasa. Papaku juga adalah seorang kristen, dia dibaptis saat akan menikah dengan mamaku.Tapi yang kutahu selama dia hidup yang namanya pergi beribadah itu jarang banget, mungkin bisa dihitunglah selama masa pernikahan nya. Karena kurangnya pengetahuan tentang keimanan tersebut mengakibatkan papaku sering salah jalan, banyak sekali hal-hal yang tidak semestinya dilakukan sebagai orang tua, itu dia lakukan. Bahkan ada yang sampai membuat kami sekeluarga kehilangan muka (malu) karena sikapnya. Dia sangat sering sekali menyakiti mamaku, aku dan adik-adiku, hal tersebut menanamkan kebencian yang sangat mendalam dalam kehidupanku, sehingga secara otomatis juga itu mempengaruhi psikologi kejiwaan ku, aku menjadi orang yang keras, pendiam, tertutup mudah tersinggung , minder dan lainnya. Tentunya sebagai seorang remaja yang saat itu, baru akan berkembang itu, berdampak tidak baik buatku dan juga pergaulanku, yang kurasa aku sulit untuk berkembang. Setelah Tamat SMU aku berangkat kejogjakarta dengan modal seadanya, karena saat itu papa ku tidak mengijinkan aku untuk kuliah karena alasan yang dia pertimbangkan sendiri,tapi mama ku terus berjuang gigih pokok nya bagaimanapun aku harus bisa melanjutkan pendidikanku. akhirnya aku sampai di Jogja,dengan memasuki sebuah lembaga pendidikan kejuruan jurusan ku Komputer. Selama dijogja aku bertemu, orang-orang muda yang luar biasa, terutama dalam hal pengenalan mereka dengan Tuhan. Singkat nya akhirnya aku mengenal tentang kebenaran. dari sana aku semakin mengerti ternyata Tuhan itu sangat baik buat kehidupanku. Setelah aku mengenal kebenaran akupun juga mengerti bahwa papa sangat penting dalam kehidupanku, dan dia sangat membutuhkan aku untuk meluruskan jalannya Untuk bisa kembali Kejalan Nya. Yang mungkin juga sangat dia rindukan. Sejak Tahun 98 aku pun terus mencoba untuk bisa mengubahkan kehidupan papaku, berbagai cara ku lakukan, yang pasti aku berusaha memberi pengertian, bahwa sebenarnya aku sangat menyayangi dia, dan aku ingin dia berubah menjadi seorang papa yang lebih baik lagi, teruma dalam hal keimanan, dengan keimanan yang bagus so pasti orang tersebut akan punya kehidupan yang baik.Langkah pertama yang kulakukan adalah aku, memaafkan segala pelanggaran dia, dan aku katakan bahwa aku sangat menyayangi dia. dan appun yang telah dia lakukan adalah hal yang terbaik dalam kehidupan saya. Dan dia pun bisa mengerti, aku sangat senang dengan kondisi itu, tapi ternyata untuk mengubah kedidupan orang itu tidak lah mudah, karena dia kembali pada kondisi awal, dia tetap keras, nggak bisa diajak diskusi, dan dia menaganggap karena dia yang cari uang, kepala keluarga apa yang dilakukannya semua benar. melihat kondisi seperti itu aku sedih dan kecewa, bahkan aku sempat udah nggak tau lagi maulakukan apa. aku mau katakan aku hampir menyerah, namun dengan kondisi seperti justru Tuhan ingin aku tetap setia untuk melayani papa ku, saat aku berdoa Tuhan Telah berjanji untuk menyelamatkan semua anggota keluarga ku, terlebih papaku, mengetahui janji itu aku menjadi sangat senang. walau dengan kenyataan yang pahit aku terus setia untuk berdoa pada Tuhan agar segera ubahkan papaku. Tahun 2002 aku pulang kampung untuk liburan, dari sana aku bisa menyaksikan ada suatu yang berubah dari papaku, yang kutahu papaku sangat merindukan aku, ketika baru turun dari bis aku lansung memeluk papaku, dengan rasa rindu dan haru. karena seumur hidupku baru kali ini, aku bisa memeluk papaku. selama masa liburan itu, aku bisa lihat banyak mujizat telah terjadi, yang terpenting adalah dia telah mengakui bahwa aku adalah seorang anak yang sudah dewasa. Ini kuketahui dia pernah berkata " papa tu nggak pantas lagi menasehati kamu karena kamu udah banyak tau,lebih mengerti dari papa. Tetapi yang namanya sikap kerasnya itu ngga pernah berubah, yang namanya marah-marah pasti terus ada, sepertinya apa yang kami lakukan pasti ada salahnya dihadapanya. dengan kondisi demikian aku, walaupun sakit,aku belajar untuk bisa menerima papa ku dengan apa adanya. kemudian tiba waktunya kami harus kembali ke jogja, sebelum pulang aku sempat berdoa bersama, termasuk mendokan dia, dan waktu itu dia sempat menangis karena dia, merasa bahwa selama diair molek dia sering menyakiti dan mengecewakan hati kami. melihat itu kamipun aku dan adikku yang akan berangkat kejogja memeluk papa kami, dengan rasa haru yang mendalam seraya berkata pa kami juga minta maaf karena kami banyak mengecewakan kami. Tahun 2003 akupun kembali, kampungku untuk melihat kondisinya, ternyata saat itu kondisi kesehatannya sangat menurun, dia merasakan sakit ditubuh nya. bagian dada tembus ke punggung. dan dia rasa itu sangat sakit sekali, hingga ia sering sekali mengeluhkan kesakitan. waktu itu aku berfikir itu hanya masuk angin biasa. kepulangan ku kali ini, sangat kurasakan banyak perubahan dalam kehidupannya, baru saja aku sampai dia langsung ajak aku untuk berdoa, mendoakan penyakitnya agar sembuh. dan kamipun berdoa. selain itu aku merasakan sangat akrab, dia udah mau curhat, dia mau cerita tentang segala yang dia sarakan tentang suka maupun dukanya. aku sangat senang banget karena saat-saat seperti itu, sangat aku rindukan. aku baru bisa rasakan aku sangat membutuhkan papa, dan sangat menyayangi dia. Tiba waktunya aku harus pulang kejogja, waktu aku rasa berat sekali meninggalkan dia, ditambah lagi banyak pesan-pesan yang dia berikan padaku, seakan-akan aku tu ngga bakal ketemu lagi ama dia, tapi waktu itu aku, mengangap itu hanya perasaan yang wajar karena harus berpisah dengan dia. Dan aku pun berangkat kembali ke jogja, selama tiga minggu di jogja semuanya terdengar masih dalam keadaan baik-baik saja, namun masuk kesatu bulan baru, terdengar papaku dalam keadaan sakit, katanya sakit asam urat, ya aku agak sedikit tenang lah karena aku berfikir,penyakit tersebut dapat disembuhkan, melihat kondisi seperti itu akupun, hampir setiap malam berdoa buat papaku agar diberi kesembuhan, dan pada saat itu aku yakin benar papaku pasti akan sembuh karena aku yakin banget ama Tuhan. Dia pasti akan meberikan kesembuhan. waktu terus berlalu setiap kutanya kondisinya makin parah, papaku tak mampu lagi untuk berjalan, untuk menuju meja telpon dia harus merangkak. Mendengar itu hatiku makin takut, dan mulai kuatir. selama dia sakit aku hanya sempat mendengar suarannya lewat telpon hanya 3 kali. setelah itu nggak pernah. Dan aku tau dia mau bicara padaku tapi karena tempat telpon jauh dari kamar, jadinya nggak pernah kesampaian. sampai hari ini semua itu sangat aku sedih kan. Dari kondisi yang ku ketahui, akupun mulai merasa kuatir, dan ingin pulang untuk bisa melihat bagaimana kondisi papaku sebenarnya, tepatnya malam,1 hari sebelum papaku pulang aku dapat telpon dari kampung, bahwa papaku dalam keadaan kritis dan bapa tuaku menyarankan agar kami semua anak-anaknya berdoa aja, karena kemungkinan umur nya nggak bakal panjang, mengetahui berita itu perasaanku makin tidaka enak, aku dan adik-adikku pun setelah dapat khabar itu langsung berdoa, dan setelah itu aku memutuskan hari sabtu setelah adikku selesai ujian, aku dan adikku yang kecil harus kembali ke air molek, besoknya hari kamis aku lansung pesan tiket untuk keberangkatan hari sabtu. sekitar jam 14.30 aku dapat sms dari adikku, yang isinya agar aku segera pulang karena papa udah pergi, dalam hati pergi kemana, kalau kerumah sakit aku udah tau, kemudian aku baca lagi sms tersebut, dan aku mengerti bahwa papaku udah pergi untuk selamanya, spontan aku merasa ada yang hilang dari tubuhku, akupun menangis histeris dipinggir jalan menuju pulang, aku sangat nggak percaya dengan apa yang terjadi, bahwa papaku telah pergi untuk selam-lamanya. tetapi walau bagaimanapun itulah kenyataan nya, aku harus bisa terima itu. Dan aku hari itu juga bersama kedua orang adikku langsung berangkat dengan mengunakan bis menuju kampung halaman kami, tempat dimana papaku telah beristirahat dengan tenang. Didala perjalan pulang aku, memiliki berjuta pertanyaan, mengapa ya begitu cepat papa ku pergi padahal dia, belum bisa merasakan, hasil dari yang dia perjuangkan buat kami. perjalanan menuju kampung halaman ku kali ini juga penuh mujijat,dimana seolah olah bis itu nggak ada satu hambatan pun, jalanan kosong
|
|
|
|